Blog kumpulan dongeng sebelum tidur

Semut dan Kepompong

Cerita Anak Kecil – Seekor semut yang melihat kepompong tergantung di salah satu ranting pohon. Semut penasaran dan segera mengampiri kepompong. Dia menemukan ada ulat di dalam kepompong itu, tak bergerak seolah-olah telah "mati". Ulat merasakan kehadiran semut membuka mati.

“Hou hou hohoho, lihat siapa yang ada di sana? Ulat? Bagaimana kabarmu? Baik-baik sajakah?” kata semut melontarkan semua pertanyaan yang menjejal di dalam kepalanya.

Cerita fabel “Semut dan Kepompong” dialihbahasakan dan diceritakan ulang oleh ceritanakecil.com dari fabel Aesop berjudul “The Ant and the Chrysalis”.

Dalam kulit kepompong itu, ulat sedang berada dalam fase yang lemah. Karena itu, dia tidak menjawab pertanyaan yang semut lontarkan. Semut makin kegirangan untuk meledek ulat.

“Payah! Aku tak mengerti kenapa kau mau maunya berada di dalam sana? Tak bisa bergerak atau berbuat apa-apa.”

“Apa kau bisa melakukan ini?” tanya semut seraya berlari kesana kemari dengan tingkah lucunya.

Ulat mengacuhkan setiap omongan semut. Dia justru memejamkan mata kembali, sehingga semut pergi sambil terus mengatainya.

Beberapa hari kemudian, semut datang lagi ke tempat kepompong. Apa yang ditemukannya sungguh membuatnya kaget. Kepompong telah pecah. Ulat tak lagi ada di dalamnya.

Tidak berapa lama, datang seekor kupu-kupu cantik menyapa semut. “Hai, semut,” sapanya. Semut terheran-heran melihat kupu-kupu.

“Ini aku,” kata kupu-kupu, “Aku si ulat yang beberapa hari lalu kau caci maki.” Setelah mengatakan hal itu, kupu-kupu segera pergi kemana hatinya suka. Dia bebas terbang tanpa halangan. Sementara itu, semut hanya bisa terpana melihat kupu-kupu terbang bebas.

Cerita fabel “Semut dan Kepompong” dialihbahasakan dan diceritakan ulang oleh ceritanakecil.com dari fabel Aesop berjudul “The Ant and the Chrysalis”.

Gambar dari SMM.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Semut dan Kepompong

0 komentar:

Post a Comment